Love

"He that loveth not knoweth not God; for God is love." - 1John 4:8
Sadarkah anda bahwa kita telah diciptakan untuk dikasihi dan untuk mengasihi? Ayat yang tertulis diatas dan beberapa ayat-ayat lain menegaskan bahwa Allah adalah kasih. Jadi kalau kita dibentuk dengan gambar dan rupa Allah pasti kita juga akan menyatakan kasih.
Namun seringkali dalam kenyataannya kita gagal dalam mempraktekan kasih... jangankan mempraktekan, tidak jarang bahkan kita kehilangan esensi dan aplikasi dari kasih itu sendiri. Kalo menurut anda kira-kira apa arti kasih itu?
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." - 1Kor 13:4-7
Nah rasanya penjelasan diatas sudah cukup jelas untuk kita bisa menerapkan kasih dalam hidup kita, dan secara pribadi saya belajar untuk mulai dengan keluarga kita.
Bahwa kita diciptakan dengan kapasitas untuk dapat mengasihi dan dikasihi memberikan warna yang penting dalam kehidupan seseorang. Sering kali kita mengasihi seseorang dengan berbagai tindakan, sikap, perkataan dan lain lain, namun tidak jarang ketika kita melakukannya, hal itu berakhir dengan suatu kekecewaan. Karena kita tidak melihat respons balik dari orang tersebut, sehingga yang terjadi adalah kekecewaan bahkan kepahitan... mungkin ada baiknya kita mengintrokpeksi diri apakah kita mengasihi dengan tulus tanpa syarat atau... (ada udang di balik batu).
Namun seringkali tanpa kita sadari kapasitas kita untuk dikasihi menuntut kita untuk memperoleh respons kasih seperti yang kita harapkan. Yang perlu kita perhatikan apakah memang orang yang kita kasihi itu tidak memberikan respons kepada kita atau kita tidak menyadarinya atau bahkan sebaliknya mereka justru tidak sadar bahwa kita telah menyatakan kasih kita kepada mereka :-(
Dalam bukunya, "The Five Languages of Love" , Dr Gary Chapman mencoba untuk menjabarkan bahwa secara garis besar ada 5 bahasa kasih bagaimana seseorang menyatakan kapasitasnya untuk mengasihi dan dikasihi:
1. Kata-kata Peneguhan (Words of Affirmation)
Mark Twain pernah berkata “I can live for two months on a good compliment.” Kata-kata apresiasi dapat menjadi suatu kekuatan yang luar biasa bagi banyak orang. Bahkan kata-kata pujian yang sederhana sekalipun seperti "Wow, engkau keren sekali hari ini", "Wah masakan buatanmu sangat lezat".
Orang dengan bahasa kasih ini sangat butuh untuk mendengarkan perasaan kasih melalui pernyataan yang diungkapkan bahwa mereka dikasihi. Selain itu sering kali kata-kata peneguhan memberikan semangat dan kepercayaan diri bagi mereka apalagi ketika perkataan itu keluar dari orang yang mengasihi mereka.
2. Waktu Berkualitas (Quality Time)
Waktu berkualitas bukanlah sekedar ada ditempat yang sama, tapi lebih dari itu yaitu memberikan fokus, perhatian dan energi kita kepada orang yang kita kasihi. Waktu yang berkualitas umumnya akan menghasilkan pembicaraan dan komunikasi yang berkualitas dimana kita bisa membagikan kehidupan kita, menjadi pendengar yang baik dan saling bertukar pikiran. Ingat menonton acara TV menarik sambil mendengarkan pasangan anda berbicara bukanlah waktu yang berkualitas bahkan makan malam yang romantis dapat saja berlangsung tanpa waktu yang berkualitas!
3. Hadiah (Receiving Gifts)
Beberapa orang merespon sangat baik pada bentuk visual dari kasih. Orang dengan bahasa kasih ini menganggap hadiah adalah ekpresi dari kasih sehingga ketika tidak memberikan mereka hadiah sering kali disalah artikan bahwa kita tidak lagi mengasihi mereka. Sering kali ini menjadi masalah pelik bagi orang yang biasa hidup 'hemat' mereka menganggap hal ini merupakan pemborosan, yang perlu diubah adalah paradigma bahwa kita tidak sedang menginvestasikan uang untuk hadiah tetapi lebih pada kedalaman hubungan kasih. Kita juga tidak harus selalu memberi hadiah dengan harga yang mahal tetapi lebih kepada hadiah atau pemberian yang bisa menyatakan cinta kita kepada orang yang kita kasihi.
4. Sikap Melayanai (Acts of Service)
Seringkali hal-hal sederhana yang kita lakukan adalah bentuk dari kasih kita kepada orang yang kita kasihi, bahkan hal kecil sekalipun seperti membuang sampah, menyiapkan sarapan, menyuci dan menyetrika karena sering kali itu membutuhkan waktu, tenaga dan energi. Seperti Yesus mendemonstrasikan ketika ia membersihkan kaki murid-muridNya. Merendahkan diri dan melayani bisa menjadi sesuatu bentuk ekspresi yang sangat luar biasa bagi orang yang kita kasihi jika mereka memiliki bahasa kasih ini.
5. Sentuhan Fisik (Physical Touch)
Beberapa orang sangat menyukai dan merasa dikasihi ketika mereka menerima sentuhan fisik dari orang lain. Digandeng, dipeluk, dicium merupakan suatu bentuk sentuhan fisik yang membawa rasa aman dan tentram bagi orang yang menggunakan bahasa kasih ini.
Selama ini sudahkah anda mengerti bahasa kasih anda dan anggota keluarga anda. Mungkin selama ini mereka mengasihi anda dengan cara yang anda anggap 'remeh' atau sebaliknya, ketika anda menyatakan bentuk kasih anda, mereka tidak menyadarinya karena itu bukan bahasa kasih yang utama bagi mereka.
Sebagai analogi adalah kehidupan saya sendiri. Saya adalah orang Indonesia, maka saya sangat mengerti ketika diajak berbicara bahasa Indonesia, dimanapun saya berada. Sebagai keturunan Jawa saya juga mengerti sebagian besar ucapan ketika ada orang yang berbahasa Jawa. Tetapi kalo istri saya sudah berbicara bahasa Batak, maka dengan terpaksa saya harus diam seribu bahasa sebab perbendaharaan saya untuk bahasa Batak sangat terbatas sehingga saya tidak mampu berkomunikasi dengan baik dengan bahasa tersebut. Hal ini sering terjadi ketika anggota keluarga tidak saling memahami bahasa kasih utama satu sama lain, sehingga sering kali terjadi miskomunikasi hingga kekecewaan.
Nah sekarang mungkin saatnya anda belajar bersama saya untuk mengetahui bahasa kasih orang-orang yang kita kasihi sehingga kapasitas kasih kita untuk mengasihi dan dikasihi pun semakin bertambah... dan mengalir kepada semua orang. Selamat Mengasihi! TYM...
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. - 1 Yoh 4:19-21

0 Comments:
Post a Comment
<< Home