Meditates on Words (Part #1)

"This book of the law shall not depart out of thy mouth; but thou shalt meditate therein day and night, that thou mayest observe to do according to all that is written therein: for then thou shalt make thy way prosperous, and then thou shalt have good success." - Jos 1:8
Apakah ada di antara kita yang belum pernah membaca atau mendengar ayat ini? Rasanya hampir setiap kita pernah mendengar bahkan sering kali ayat ini menjadi salah satu ayat yang sangat disukai banyak orang Kristen karena mengandung janji keberhasilan dan kemakmuran, namun apakah kita sudah sungguh-sungguh menghayatinya... saya disini tidak akan membawa anda pada ekstrim teologia kemakmuran, tetapi ada sesuatu yang menggugah hati saya untuk secara khusus membahas tentang ini.
Adakah orang yang tidak ingin berhasil? Rasa-rasanya setiap orang pasti ingin berhasil... dan apa yang Alkitab katakan untuk keberhasilan? Setidaknya cukup banyak ayat-ayat di Alkitab yang memberikan janji keberhasilan bagi kehidupan anak-anak Tuhan, namun kok dalam kenyataannya sering kali yang terjadi tidak seperti apa yang kita pikirkan. Padahal kita anak-anak Tuhan kan? ;-) Ada suatu statement yang sering saya dengar "Kasih TUHAN tidak bersyarat namun Janji TUHAN bersyarat", dan secara pribadi saya sangat setuju dengan statement tesebut. Keselamatan yang kita peroleh memang 100% adalah bentuk kasih Allah kepada kita umatNya... tetapi ketika kita berbicara janji Tuhan maka pasti sebelumnya ada suatu prasyarat yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan. PR pertama: Sudahkah kita melakukan prasyarat tersebut sebelum kita meng-claim janji Tuhan dalam kehidupan kita?
Dalam kehidupan sehari-hari seringkali yang saya temui (termasuk yang tanpa saya sadari sering kali saya lakukan) adalah kita, sebagai anak-anak Tuhan, memiliki orientasi untuk memperoleh janji-janji Tuhan dalam kehidupan dengan melakukan prasyarat yang telah ditentukan sebelumnya. Mungkin banyak diantara kita mulai melakukan berbagai aktifitas pelayanan, memberikan perpuluhan, menghafalkan ayat-ayat Firman Tuhan, berdoa, berpuasa, berbuat baik - berbagai hal yang sebenarnya sangat baik namun sering kali hanya menjadi suatu kewajiban atau rutinitas agar kita memperoleh janji-janji Tuhan. Kita kehilangan esensi atau makna dasar dari mengapa kita melakukan semuanya itu, kita terlalu berfokus akan janji-janji Tuhan sehingga kita justru melupakan Tuhan yang merupakan sumber kehidupan kita itu sendiri. Mark Virkler dalam bukunya "How to Hear GOD's voice" mengingatkan kita tentang pentingnya keintiman bersama Tuhan. Hal ini juga yang kemudian membuat saya sadar bahwa ketika saya mulai membaca, mendengar dan merenungkan Firman Tuhan seharusnya itu adalah suatu bentuk reaksi kasih saya kepada Tuhan untuk dapat lebih dalam mengenal-Nya. Dengan demikian saya dimampukan untuk memahami rencana Tuhan dalam kehidupan saya. Sebab keberhasilan terbesar bagi kita adalah ketika kita menggenapi apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam kehidupan kita...
Jadi apakah berarti janji Tuhan itu tidak mengandung janji berkat di dunia ini? Saya tidak pernah berkata seperti itu :-) bahkan saya percaya bahwa janji berkat sungguh-sungguh tersedia di dunia ini ketika kita memiliki sikap hati yang benar dan hidup dalam FirmanNya. Kuncinya adalah hidup dalam FirmanNya. Ever heard this Words:
"Blessed is the man that walketh not in the counsel of the ungodly, nor standeth in the way of sinners, nor sitteth in the seat of the scornful. But, his delight is in the law of the LORD; and in his law doth he meditate day and night. And he shall be like a tree planted by the rivers of water, that bringeth forth his fruit in his season; his leaf also shall not wither; and whatsoever, he doeth shall prosper." - Psalm 1:1-3
Sounds familiar right? Ya ayat-ayat yang mengawali kitab Mazmur ini merupakan salah satu ayat-ayat favorit bagi banyak orang, bahkan seorang Bishop David Oyedepo (www.winnerscanaanland.org) di Nigeria sangat begitu diberkati dengan firman ini dan ketika ia mengimani dan berjalan di dalamnya, kuasa Kebenaran itu telah mengubah kehidupan pribadi dan pelayanannya. Namun sekali lagi kita diingatkan dengan kata Meditate ~ Meditasi. Suatu kata yang sering kali berkesan 'kejawen' atau tidak alkitabiah tetapi dalam kenyataannya kita diperintahkan untuk bermeditasi terhadap Firman Tuhan.
Ketika kita mengaku percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruslamat dalam kehidupan kita maka Allah telah menganugerahkan Roh Kudus untuk tinggal dalam diri kita, namun mengapa tindakan (tubuh) kita sering kali masih bertindak di luar kebenaranNya? Salah satu penyebabnya adalah jiwa kita yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak masih terikat dengan masa lalu kita. Untuk itulah meditasi Firman adalah suatu sarana yang sangat penting yang Tuhan pakai agar pikiran kita mulai mengenal Tuhan dan kehendakNya dalam kehidupan kita, ketika pikiran kita dipenuhi Firman Tuhan maka hal itu akan mempengaruhi seluruh perasaan dan kehendak untuk berjalan di dalam FirmanNya. Sehingga apa yang kita lakukan berpadanan dengan FirmanNya... kalau sudah begini jangan heran kalau anda berhasil dalam segala sesuatu yang anda lakukan, karena hikmat Allah mengalir dalam hidup anda.
Jadi tunggu apalagi? Jangan alergi dengan kata meditasi, tapi mulailah ber-meditasi dengan Firman Tuhan dan kuasaNya akan memerdekakan kita. TYM!
"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." - Yoh 15:7

0 Comments:
Post a Comment
<< Home