Pernikahan suatu Ikat Janji
Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. -Mal 2:14
Beberapa bulan yang lalu saya sempat membaca buku karangan Derek Prince yang berjudul "Pernikahan - suatu ikatan yang kudus". Dalam buku itu dijabarkan bagaimana Tuhan membentuk pernikahan manusia sebagai suatu ikatan perjanjian (covenant).
Covenant adalah suatu ikatan komitmen tertinggi yang dapat dibuat oleh manusia. Covenant sendiri mengandung arti bahwa dua pihak bersepakat untuk tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri namun hidup bagi siapa dia mengikat perjanjian. Dan covenant ditandai dengan pencurahan darah.
Setidaknya ada 2 peristiwa ikat janji (covenant) besar yang dikenal oleh umat percaya:
- Perjanjian Lama, ditandai dengan suatu ikat janji yang dilakukan Tuhan kepada Abraham sebagai bapa orang beriman dengan penumpahan darah korban hewan yang disiapkan oleh Abraham (Kej )
- Perjanjian Baru, dinyatakan dengan suatu ikat janji yang dilakukan Tuhan dengan semua orang percaya melalui penumpahan darah Yesus Kristus di atas kayu salib.
Namun jarang dari kita memahami bahwa ada suatu ikat janji yang dinyatakan dengan penumpahan darah pada saat pernikahan pertama dilakukan di dunia ini. Ya, hal itu terjadi saat tulang rusuk Adam diambil sebagai bahan dasar dalam penciptaan Hawa. Ada darah yang tercurah saat pernikahan pertama terjadi, yang menyatakan suatu ikatan perjanjian.
Oleh karena itu sebagaimana layaknya suatu ikatan perjanjian, dalam setiap pernikahan, seorang suami seharusnya tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri tetapi bagi istrinya, demikian juga sebaliknya seorang istri tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri tetapi bagi suaminya. Dan sebagai tanda dari ikatan perjanjian ini maka kita mengenal adanya selaput dara yang berdarah dalam suatu pernikahan yang kudus. Sungguh menarik bagaimana Tuhan merancangkan kita dengan begitu detail... sekarang pertanyaannya adalah "Sudahkan pernikahan saudara dilandaskan pada covenant yang Tuhan telah rancangkan bagi saudara?"

0 Comments:
Post a Comment
<< Home