Thursday, October 12, 2006

Kristen Domba


"Know ye that the LORD, He is God: it is He that hath made us, and not we ourselves; we are his people, and the sheep of his pasture." - Psa 100:3

Beberapa minggu ini saya banyak belajar tentang karakter domba sebagai bagian untuk merenungkan dan memahami Mazmur 23 dalam kehidupan saya sehari-hari. Semakin dalam saya semakin menyadari, bahwa banyak dari kita yang telah kehilangan pengertian untuk menjadi 'Kristen Domba'. Rasanya kok sebagai orang percaya kita lebih senang disebut Kristen Rajawali atau Kristen Singa, moso' kita disamain sama domba seeh. Apalagi kalo kita lihat sifat-sifatnya yang terkesan lemah dan tidak mampu apa-apa. Namun demikian semakin saya merenungkan, semakin saya menyadari, bahwa sifat-sifat domba seharusnya menjadi sifat-sifat dasar orang percaya!

Pasti bukan suatu kebetulan ketika Tuhan Yesus sendiri menganalogikan kita sebagai domba, karena Yesus sangat mengenal karakteristik domba. Dan Firman Tuhan beberapa kali menganalogikan kita sebagai domba, mengapa bukan binatang lain yang lebih kuat? Kuda, singa, serigala, macan? atau yang lainnya deh, pokoknya yang lebih kuat... kenapa harus domba?

Saya jadi teringat beberapa bulan lalu saya sempat membaca artikel di glorianet tentang mengapa TUHAN tidak mengizinkan bangsa Israel mempergunakan kuda sebagai sarana untuk berperang? Beberapa alasannya anatra lain adalah kuda dikenal sebagai lambang kegagahan dan kekuatan sehingga sangat mudah bagi bangsa Israel hanya mengandalkan kuda-kuda mereka dan tidak mengandalkan TUHAN, sangat mudah pula bagi mereka untuk menjadi sombong ketika mereka memperoleh kemenangan, selain itu pada zaman tersebut untuk memiliki pasukan kuda yang banyak maka suatu bangsa akan berafiliasi dengan Mesir, dimana pada saat itu menjadi tempat pusat peternakan kuda-kuda gagah, sehingga membentuk suatu hubungan yang sifatnya ketergantungan.

Sebaliknya ketika saya merefleksikan sifat-sifat domba, saya mendapati bahwa domba mungkin lemah tapi itu yang membuat mereka sangat bergantung kepada gembala, domba mengenal dengan baik suara gembalanya dan sangat taat, domba sangat sulit untuk hidup soliter, domba adalah mahluk komuni yang saling berbagi, domba menikmati saat-saat tenang ketika makan, domba adalah binatang yang makan pada waktu pagi dan memamah biak makanan itu selanjutnya, dan masih banyak sifat-sifat lainnya.

Dari beberapa sifat diatas terlintas beberapa pertanyaan dikepala saya:
  • Apakah kita sungguh-sunguh bergantung dan bersandar kepada Gembala kita dalam kehidupan kita?
  • Apakah kita mampu mengenal suara Gembala kita?
  • Apakah kita mengasihi Gembala kita dan taat mengikutiNya?
  • Apakah kita menghormati dan mentaati otoritas yang Dia taruh dalam kehidupan kita?
  • Apakah kita telah menjadi bagian dari suatu kawanan domba Allah? atau kita masih keluar masuk kandang seperti domba yang liar?
  • Apakah kita telah berbagi kasih dengan kawanan domba dimana kita berada?
  • Apakah kita menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Dia dan menikmati makanan yang telah Dia sediakan?
  • Apakah kita mencari Dia setiap pagi?
  • Apakah kita merenungkan setiap perkataanNya disepanjang hari yang kita lewati?
  • Apakah kita ???
  • Apakah kita ??
  • Apakah kita ?
Dan masih banyak pertanyaan lain yang berpadanan dengan sifat-sifat domba yang lainnya, yang seharusnya sungguh-sunguh menjadi sifat-sifat dasar orang percaya, sehingga ketika TUHAN mempercayakan kita menjadi rajawali kita tidak akan pernah kehilangan sifat dasar kita, bahwa sumber segala kehidupan kita ialah TUHAN.

Sayang sekali, bahwa nilai-nilai ini sudah jarang disentuh dalam pengajaran-pengajaran iman Kristiani saat ini, sehingga beberapa orang percaya terjatuh ketika TUHAN mempercayakan perkara-perkara yang lebih besar dalam hidup mereka. Tidak ada yang salah dengan menjadi Rajawali-rajawali dan Singa-singanya Allah, tapi biarlah kita tetap memiliki sifat domba di dalam hati kita yang terdalam, sehingga ketika kita diberkati dan dipercayakan berbagai hal besar maka kita tetap senantiasa mengucap syukur dan berpengharapan pada TUHAN.

Saya berharap setiap kita semua bisa belajar untuk bisa menjadi domba yang taat dan setia bersandar serta mengandalkan TUHAN dalam setiap langkah kehidupan kita! TYM


Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! - Yer 17:7

Special thanks to Pak Heru who theached us with "Sheep Christianity"

Thursday, October 05, 2006

Gembala yang Baik

The LORD is my shepherd;
I shall not want.
He maketh me to lie down in green pastures:
he leadeth me beside the still waters.
He restoreth my soul:
he leadeth me in the paths of righteousness for his name's sake.
Yea, though I walk through the valley of the shadow of death, I will fear no evil:
for thou art with me; thy rod and thy staff they comfort me.
Thou preparest a table before me in the presence of mine enemies:
thou anointest my head with oil; my cup runneth over.
Surely goodness and mercy shall follow me all the days of my life:
and I will dwell in the house of the LORD forever.

Psalm 23

(Belajar merenungkan Firman Tuhan)

Rasanya sudah berungkali kita membaca dan menyanyikan ayat-ayat di atas, tapi sudahkah kita menghayatinya secara sungguh memiliki Seorang Gembala yang Baik dalam kehidupan kita?

Bagi saya kunci yang paling mendasar untuk dapat merenungkan Mazmur 23 adalah ketika kita memahami secara sungguh-sungguh karakter dan kehidupan seekor domba! Nah gimana bagi kita yang umumnya sejak lahir selalu ada di kota, jangankan tau karakter dan cara hidupnya.... bentuknya aja sering gak tau :-( yah pokoknya itu deh yang bulunya tebel... lah emangnya gak ada kambing yang bulunya tebel? tambah bingung khan hehehehe

Tapi kita gak akan terlalu pusing dengan gambaran fisik domba tapi kita akan lebih fokus ke arah karakteristik domba. Sebab bukan suatu kebetulan jika Tuhan Yesus dalam Mat 25 mengibaratkan kita sebagai kawanan yang perlu dipisahkan menurut jenisnya domba atau kambing? Untuk itulah maka saat ini kita perlu tahu apa saja karakter-karakter domba sebagai cermin karakter hidup kita:
  • Domba adalah makhluk komunitas: domba senang bergerombol dan sulit untuk hidup sendiri
  • Domba sangat membutuhkan pimpinan: karena tidak memiliki penglihatan yang baik domba perlu diarahkan untuk itulah gembala berjalan di depan, saat sendiri dan tidak dipimpin domba menjadi mudah tersesat bahkan sering jatuh ke jurang atau terperangkap semak berduri
  • Domba tidak suka bertengkar: domba tidak saling berebut areal makanan tapi suka berbagi tempat bersama
  • Domba sangat membutuhkan perlindungan: karena tidak memiliki senjata untuk membela diri melawan binatang-binatang buas domba sangat berharap pada perlindungan gembala
  • Domba sangat membutuhkan pertolongan: disebabkan karena ketebalan bulunya, ketika banyak berlarian suhu badannya mudah naik dan ia membutuhkan gembala untuk memberikan air yang segar, selain itu saat jatuh terlentang domba yang berbulu tebal juga sangat sulit untuk membalikkan badannya sehingga perlu bantuan gembala
  • Domba mengenal suara gembala
  • Domba percaya dan taat

Ketika kita memahami dan memiliki karakter-karakter domba diatas, kita akan dimampukan untuk lebih dalam memahami setiap perkataan di Mazmur 23. Kita juga menjadi mengerti bahwa kita tidak akan mampu hidup tanpa Gembala yang baik, yaitu Tuhan Yesus. Dan ketika kita menjadikan Yesus sebagai Gembala kita maka kita menyadari bahwa hidup kita ada dalam pimpinan dan perlindungan yang paling aman dan yang terbaik.

Mau menjadi Kristen Domba? atau masih mau seperti kambing? Selamat memilih.... TYM!

Mat 25:31-33 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
Mat 25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
Mat 25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.